Saturday, December 26, 2015

Tipe Guru yang Disukai Siswa

http://aktivasiotakkanan.net/wp-content/uploads/2015/11/kemuliaan-menjadi-seorang-guru.jpg

Profession as a teacher is in fact not an easy job. Teachers are required to become a true learner, the reformers within the school and the community and even the state. Being an inspirational teacher is a must, because by having a soul inspiring teacher will be liked by his students and can provide fun learning. The reality of today's teaching profession be used as a last resort when no other got the job. Especially for Teacher Certification. Everyone flocked to become a teacher. Do not pay attention to whether the background is education or non-education. In other words, anyone can be a teacher as long as it has certain qualifications. Rarely or perhaps 1: 100 people who say that the teacher profession is a calling and Passion.
Dalam tulisan ini saya tidak begitu membahas secara mendalam mengenai Profesi Guru, tetapi saya memberikan tips yang mungkin bisa berguna bagi para guru agar disukai oleh siswanya. Para guru sukses mulia seringkali proses pembelajaran yang berlangsung yang menampilkan interaksi guru dan siswa diselimuti oleh rasa keterpaksaan. Masing-masing hanya menjalankan fungsinya, tanpa ada rasa saling membutuhkan. Bukan rasa senang ketika siswa belajar di dalam kelas tetapi malah perasaan jenuh dan membosankan. Jika demikian, proses pembelajaran tidak akan tercapai dengan baik. Oleh karena itu, guru mesti memahami apa yang disukai oleh siswa sehingga siswa mampunyai alasan untuk mencintai gurunya.
Berikut saya paparkan beberapa tipe guru yang disukai oleh siswa, diantaranya:
a.      Easy Smile
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVySAMMyznJNsFYr3Xi-fuYAZwW5Mk3xjWvnvCPgPxlcb9OB6hJahb8uraSbDTKdmCPB5jP9D5sa00wiWzdjHvZcONFCC95V0pTKoAPOGlNaEy_9mNn9u38VgKFlJBR3OhCpRJql-zLTlZ/s1600/Teacher%25E2%2580%2599s+Day+2011+HD+Wallpaper+5.jpg

Perlu kita ketahui bahwa siswa paling suka dengan guru yang mudah tersenyum. Apalagi jika diselingi dengan sapaan. Jika kita sebagai guru sangat “Mahal” dalam memberikan senyuman akan tidak disukai oleh siswa. Pasti ada gunjingan-gunjingan tertentu, seperti “guru A pelit senyum, guru A jutek” dan lain sebagainya. Ingat ! jangan sampai senyum-senyum sendiri di sekolah apalagi tanpa ada orang lain disekitar anda.

b.      Attractive
http://www.kesekolah.com/images2/big/2015100913151717851.jpg

Apakah anda selalu berpenampilan menarik ? Jika Ya anda beruntung, tetapi jangan sampai anda berpenampilan berlebihan, karena itu akan terkesan aneh. Tampilah berwibawa dan disiplin dihadapan siswa.

c.       Humorous
Belajar dengan serius adalah sebuah keharusan. Namun ketika dalam penyampaian materi ajar yang dilakukan terlalu serius maka akan terjadi kebosanan. Dampaknya adalah siswa mengobrol dengan temannya, siswa mengantuk, siswa asyik sendiri, dan sebagainya. Akibatnya tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan tidak tercapai dengan baik. Selingilah dengan humor ringan ketika anda menyampaikan materi sehingga pembelajaran akan terkesan menyenangkan, siswa anda pun akan tetap memperhatikan penjelasan anda.

d.      Mastering the Intructional Materials
http://www.careerealism.com/wp-content/uploads/2012/12/becoming-teacher.jpg

Guru harus mampu menguasai materi dengan baik. Jika tidak materi tidak akan tersampaikan secara komprehensif kepada siswa. Apalagi jika penjelasan materi hanya terpacu pada buku teks.

e.       Answering all the Question Students
http://cdn1.theodysseyonline.com/files/2015/11/20/635836477661765651-2011901893_teachers.jpg

Apakah ada guru yang tidak mampu menjawab pertanyaan siswa? Ada !  Dia mampu menjawab tetapi jawaban yang diberikan tidak meyakinkan siswa dan malah membuatnya siswa tambah bingung. Lalu bagaimana cara agar pertanyaan siswa dapat kita jawab dengan baik ? ada strategi tertentu yang sering digunakan oleh para guru, yaitu melemparkan pertanyaan tersebut kepada seluruh siswa yang ada di kelas anda. Jika masih tidak terjawab bisa dibuat PR, atau tidak anda bisa mencari jawabannya pada teman anda, atau meneruskan pertanyaan tersebut kepada Prof. Google. Tetapi perlu digaris bawahi adalah anda jangan menjadi ketergantungan kepada mesin pencari. Temukanlah jawaban dari pertanyaan siswa dengan proses berpikir mendalam.

f.        Explanation Content Through Games
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKubJxgKT_LhtfdQAGLQfBR6_J9htWqND0uIgqPCJ4hjZAzz_ftBaLUTWGLlK7IpyWgNiKoCLlSeL64-65-MiSHrKov0GbOnlS8PUsOALuX15o9VDn9i-X2P_oGq4ldbz063u582J-jkIj/s1600/Picture+286.jpg

Pada dasarnya para siswa lenih menyukai pelajaran yang disampaikan lewat game. Ciptakanlah teknik pembelajaran yang dalam menyampaikannya melalui permainan. Bermainlah sambil belajar. Jika anda belum mampu menciptakannya anda bisa membaca buku tentang Model Pembelajaran, atau anda bisa mengajar siswa untuk belajar di luar kelas. Perhatikan pula lingkungan di luar kelas yang akan dijadikan sebagai tempat belajar. Carilah tempat yang nyaman, bersih, dan teduh.

g.      Checking Each Task has been Awarded
http://www.theroot.com/content/dam/theroot/articles/news/2015/05/study_black_teachers_are_just_as_likely_as_white_teachers_to_disproportionately/thinkstockphotos76754135.jpg.CROP.hd-large.jpg

Periksalah setiap tugas yang telah diberikan kepada siswa. Hargai pekerjaan mereka. Berikan pujian dan penghargaan kepada siswa - tentu dalam konteks yang masih wajar – ketika menyelesaikan tugasnya dengan baik.

h.      Responsibility (authoritative)
http://justwriteonline.typepad.com/.a/6a0120a55c9cd1970c01a73dfda8e6970d-pi

Menjadi seorang guru mestilah bertanggung jawab kepada tugasnya, seperti mendidik, mengajar, memberikan contoh yang baik, dan sebagainya. Bertanggung jawablah pada hal-hal yang kecil dan besar yang anda lakukan. Mintalah maaf kepada siswa jika anda merasa melakukan kesalahan, mintalah maaf kepada siswa jika anda tidak masuk kelas. Memberikan maaf tidak akan menurunkan derajat anda sebagai seorang guru. Jadilah guru yang dirindukan oleh siswa, dihormati oleh siswa, dijadikan sosok inspiratif oleh siswa.

Pada dasarnya masih banyak tipe guru yang disukai oleh siswa. Tentu tidaklah cukup membahasnya dalam satu kali tulisan ini. Mungkin saya akan kembali memaparkan dalam tulisan dilain waktu. Perlu kita ketahui bahwa setiap guru memiliki cara tersendiri agar disukai oleh siswa, maka dari itu pertahankanlah cara anda sendiri dan alangkah baiknya bagikanlah kepada guru lain agar terjadi proses tranfer ilmu pengetahuan dari guru ke guru.


Salam Sukses dan Salam Ikhlas.

No comments:

Post a Comment